 | Welcome | |
Thanks for visiting my Multiply site! This is where I'm keeping all my stuff from now on, so come back whenever you want to see what's new. Feel free to post a reply if you see something you like or just want to get in touch.
|  | Instalasi ini ditemukan di wind tunnel (lorong angin). Ada yang bisa menjelaskan apa maksudnya? |
|  | Cihampelas Walk, CiWalk. Nice place to walk, eat, date, ... |
Nice place.
Tempat yang nyaman untuk jalan jalan. Tertutup di satu sisi, tetapi
pemandangan luas ke arah kota, ke arah bawah. Suasana bervariasi
tercipta dari keberadaan toko di sepanjang "jalan" dalam kompleks
CiWalk.
Cocok untuk jalan-jalan, menikmati taman, menikmati pertokoan. Baik
untuk keluarga. Ada badut , manequin hidup atau pertunjukan kecil lain
yang menarik untuk hiburan dan surprise di hari-hari tertentu. Biasanya
jatuh di sabtu malam - malam minggu.
Tempat makan: premium dan baso malang. Untuk nge-date, ngobrol santai atau bisnis mampir di starbuck.
Nonton? hmmm ... belon nyoba. Ada yang mau nraktir?
Memberikan subsidi, apapun alasannya, termasuk kesalahan terhadap "hukum alam"
pasar bebas. Ada pelanggaran yang bisa diterima sejauh pelanggaran bisa
dan ditujukan untuk mengendalikan alam. Namun, sudah menjadi kodratnya
(logika religius niech .. hehe) bahwa alam juga bertahan pada hukum-Nya.
Dalam hal ini, harga minyak mentah makin tinggi, dan jatah subsidi BBM
makin membengkak. Akibatnya, maling-maling juga makin ganas menguber
peluang marjin subsidi yang makin menggiurkan. Di sisi lain, gaji para panegak hukum
tiada beranjak. Sangat jauh dibanding tawaran yang diajukan para
oportunis. Pun, dengan alasan ketiadaan dana karena tersedot untuk
menalangi subsidi. Alasan, sebab, akibat, yang mengarah pada lingkaran
pengacauan jauh dari tujuan "pengendalian".
Kenaikan harga BBM dijadikan alasan untuk menaikkan harga aneka
barang lainnya. Logika populer itu sih. Cerita ruwetnya, coba hitung
berapa persen komponen BBM terhadap sebuah produk? Yang sebenarnya
terjadi, pengusaha sudah ruwet dengan komponen harga-harga intangible.
Biaya perijinan yang tak-terlihat, biaya infrastruktur yang
tak-terawat, ... Siapa bisa hitung? Palingan, tentukan sebuah
koefisien uncertainty.
Atas urutan pemikiran yang nge-pop itu tadi rakyat jelata dijejali
solusi BLT (Bantuan Langsung Tunai, yang ternyata menjadi Bantal supaya
Langsung Tidur). Rame-rame rakyat berrebut menjadi miskin, karena
orang miskin mendapatkan bantal supaya bisa tidur. Jangan salahkan
orang-kaya mendadak menjadi orang-miskin. Ini bukan soal harga diri,
bukan soal munafisitas (biar keren dikit, istilah juga
tidak-seharusnya: kemunafikan). Ini soal oportunitas, soal kesempatan
mendapatkan dana segar. Yang kemudian karena dapat dibuktikan secara
sah diterima orang miskin, maka menjadi halal, sehingga juga bisa
disebut sebagai "rejeki".
Dengan demikian, BLT juga termasuk penyesatan. Setidaknya mencakup:
1. menentukan standar miskin
2. mengajak orang berdosa: karena berbohong mengaku miskin
3. membuat orang menjadi miskin, karena mengikuti standar
4. mengkampanyekan "miskin itu sehat", atau lebih gawat menjadi "miskin itu nikmat".
5. melemahkan semangat mentas dari miskin
Kemiskinan, miskin, pemiskinan, termiskinkan, ..
Teologi pembebasan merumuskan sebagai "options for the poor"
(pilihan bagi yang tersisih / yang tak-punya). BLT bukan memberi opsi,
tapi malah menyeret
orang-tidak-miskin supaya menjadi miskin karena membuktikan keunggulan "manfaat
orang miskin".
Tidak heran, makin banyak orang tanpa malu bekerja pengemis bukan
karena ketidakmampuan bekerja, tetapi karena kemudahan-kemudahan yang
ditawarkan sebagai pengemis.
Segi positif BLT yang diharapkan adalah memberi "waktu" bagi yang
miskin agar
sempat bernafas dari desakan kebutuhan selama beberapa saat. Dirumuskan
sebagai seratus ribu rupiah per bulan selama tiga bulan. Dengan BLT,
selama tiga bulan ini, para miskin dapat hidup seperti biasa sambil
mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Seharusnya, waktu
yang tersedia dapat digunakan untuk mempersiapkan diri mengatur ulang
hidupnya menghadapi tantangan yang baru. Syukur-syukur juga dapat
menemukan peluang baru hingga mencapai kehidupan ekonomi yang lebih
baik. Teori ekonomi
makro menjelaskan situasi ini dengan gamblang. Menurut teori maslow
juga menyebut bila kebutuhan dasar
terpenuhi, maka lebih mudah mendaki memenuhi kebutuhan yang lebih
tinggi.
Namun, bisakah para miskin memanfaatkan opsi ini? Adakah alternatif
solusi lain? Gantian deh, anda yang komentar. ... cape nih nulisnya.
|  | Aneka kasus |
Ini artikel diambil dari seseorang di
http://home.unpar.ac.id/%7Egatut/200403/DIARY/2005-11-15.html
Budaya nge-blog sudah lama berlangsung, tapi bentuknya
beda. Jaman manual dulu (dan sekarang masih dilakukan
orang) disebut diare tetapi bukan sakit perut. Just like
I do. Aku nulis diary, tapi tidak dalam bentuk layanan
"blog" yang ada. Not specific reason. Gak harus
ikut-ikut-an. Toh, maksudnya sama.
Beberapa fitur yang disajikan bagus juga. (a) Kita ga'
repot mikir soal html dan teknis lain yang bisa bikin
bengek sebelum berkembang. (heh!) (b) Belum lagi fitur
XML dan RSS yang portable ke sana sini. Maksud-e' data
yang kita simpen di blog bisa kita ambil dan disajikan
di tempat lain. (c) Juga berbagai cara untuk posting,
commenting, dan discussing materi itu.
Beberapa jasa blog (web-blog) berisi artikel yang serupa
dengan artikel ini:
Ikuti bacaan menarik tentang
So ... let's go blog!!!!
|  | Melihat melalui jendela. Biasanya jendela kotak, segi empat, bergaris. Ini jendela bulat lingkar. Di luar jendela, ada dunia lain. Tertarik untuk menjelajahi? Dari dalam jendela, ada sudut lain. Mana yang kau suka?
|
|  | Putri Gunung (Hotel) : Ini cerita 18 Oktober 2005 belum diposting.
Ada acara di Putri Gunung. Tempat yang nyaman untuk bersantai. Kebetulan dari pagi hingga malam cuaca mendung berawan dan berangin kuenceng. Suasana serius untuk kerjaan menjadi terasa dingin dingin ngantuk (he he ..). Tapi, rasa pengen tidur segera sirna karena pemandangan yang asri membuat tetap berjaga.
Pemandangan depan gunung tangkuban perahu, Belakang ada kolam renang yang sejuk, Jalan-jalan di antara pohon tinggi menjulang, Permainan catur raksasa, golf, ... Kebun kol yang hijau.
Tempat nyaman dan menarik untuk ditinggali.
|
while waiting for some ppl ..
okei, .. aku ngedaftar ke multiply seperti saran / pameran si duyehz.
kayaknya seru dan jika bener, harusnya ini unlimit quota.
yang jelas, aku perlu tempat nebeng yang free dan kuenceng abis.
saat nya mulai mulai mulai ...
gitu dulu, waktunya lapar tiba.
sampai next jurnal deh.
 | Guestbook | |
|
|